Hasil dan Catatan Kejurnas Supersport Seri 1 2011

Persaingan pembalap papan atas nasional benar2 supersport benar2 seru. Tiga terdepan menyuguhkan tontonan yang menarik, antara Doni Tata, Sudarmono dan M.Fadli. Akhirnya setelah melakukan figh, M.Fadli lah yang menjadi jawaranya dari team Manual-Tech Beet Kawasaki. Juara 2 Doni Tata dan ke 3 Sudarmono, lomba ini berlangsung selama 15 lap.

Melihat persaingan pembalap tahun ini semakin kompetitif. Tapi ada beberapa catatan yang menjadi koreksi ane. Tahun ini Kejurnas Superbike dan Supersport, sehingga sering kali pembalap Superbike yang kaum hobbies alias pembalap2 sudah tua ini tidak sekencang pembalap supersport sehinnga sangat2 berbahaya, dimana pembalap supersport sering menjadi penghalang ketika pembalap superspot yang lagi kenceng2 nya fight. Untuk kedepannya dimohon INDOSPEED agar memisah antara superspot dan superbike, lebih baik grid starter sedikit tapi pembalap2 supersport lebih puas mengeksplor tungganganya. Dengan regulasi supersport yang mengacu pada FIM Stock 600, terlihat sekali perpedaan karakter motor Yamaha R6 Doni Tata dan sudarmono dan Kawasaki Ninja ZX6 Fadli. Dimana motor Yamaha R6 Doni Tata dan sudarmono lebih unggul di top speed dari pada Kawasaki Ninja ZX6 Fadli, di lintasan lurus sentul Fadli selalu tertinggal dari pada Doni Tata dan sudarmono. Tetapi kelemahan Yamaha R6 yang ringkih mulai terlihat mulai lap ke 6, tenaga Yamaha R6 mulai drop akibat overheat sementara Kawasaki Ninja ZX6 tetap stabil tenaga, disinilah Fadli mulai mengambil keuntungan dengan mendekat ke Doni Tata dan sudarmono dan menyalipnya hingga juara 1.


 

Ane dan Tiga motor Jawara.

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 10 April 2011, in Motorsport and tagged , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Bukan pada ringkihnya tenaga motor tetapi pada fisiknya pembalap. Mengendalikan motor 600cc tuh butuh stamina extra bro

  2. saya baru tahu kalau r6 itu cepat overheat, balap di luar negeri sana ataupun wss yang jumlah lapnya jauh lebih banyak dengan sirkuit yang lebih panjang tapi koq gak ada masalah overheat ya…?

    juragan yakin overheat dan bukan masalah ban yang mulai habis…?

  3. @masterXeon Ini opini ane saja, berdasarkan pengamatan ane. Di luar negri regulasi balap Superstock600 maupun Supersport memperbolehkan pergantian radiator yang lebih besar, sedangkan regulasi kejurnas mengikuti asianGP dimana radiator harus dalam keadaan standar. Pengalaman tahun lalu Doni Tata pernah kena diskualifikasi waktu mengikuti race 1 seri 1 Asian GP di Malaysia karena motor Yamaha R6 nya yg diseting MGC Prancis mengganti radiator seperti regulasi balap Superstock600 eropa. Waktu Asian GP di sentul tahun lalu pun M.Fadli yang masih di team Petronas Yamaha Indonesia mengeluhkan motor Yamaha R6 mengalami overheat sehingga di lap-lap akhir dia mengendurkan tekanannya pada pembalap di depannya. Disamping itu juga karena performa ban yang sudah menurun.

  4. @Modar kalau pembalap profesional ane fikir bukan masalah fisik, coz selama ngak cidera mah ngak masalah. Ini lebih kepada faktor tunggangnnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: