Uji Coba Speedsparks Dynopiggy di Yamaha V-Ixion naik 1,5 dk

Menyambung artikel sebelumyanya mengenai Speedsparks Dynopiggy (SD), kali ini membahas pengujian Speedsparks Dynopiggy (SD) di motor Yamaha V-Ixion. Berikut artikel yang ane kutip dari MyMotoBike. Tak disangka, Speedsparks Dynopiggy (SD) menuai banyak pertanyaan dari pembaca seputar performa dan fitur yang ditawarkan. Kru redaksi pun ikut penasaran.

Makanya Dinamika Motor Sport (DMS) yang ditunjuk sebagai distributor resmi untuk seputaran Jabodetabek, langsung disambangi.

Tak hanya melongok pemasangan tetapi sekaligus melihat performa yang dihasilkan Yamaha V-Ixion milik Ari Tristianto Wibowo, juragan DMS. Nah, untuk pemasangan, Ari bilang, SD hanya perlu menjumper 4 buah kabel ECU bawaan asli motor. (gbr.1)

“Selebihnya adalah kabel untuk switch activation dan kabel  interface untuk colok ke laptop,” tutur Ari. Maksudnya, SD bisa dibuat On-Off secara manual. Jadi selain bisa kembali ke setelan pabrik, juga sekaligus dilengkapi fitur untuk mematikan total pengapian sebagai antimaling (gbr.2).

“Setting sebenarnya belum final karena masih kurang enak di putaran bawah, mulai dari stasioner hingga 5.000 rpm,” papar pria bertubuh jangkung ini. Tetapi saat mesin digeber tanpa beban untuk mengetahui limiter, jarum takometer sanggup menembus rpm di atas 12.000 rpm.

Hasil signifikan ini sesuai promo SD yang bisa menggeser limiter Yamaha V-Ixion dari kemampuan semula yang hanya 10.500 rpm. Hal ini dibuktikan dengan menggeser toggle switch ke setelan pabrik. Mesin kembali digeber tanpa beban dan jarum takometer hanya bisa bertengger di angka 10.500 rpm.

Dan saat SD kembali diaktifkan, lagi-lagi mesin sanggup meraung hingga 12.000 rpm lebih (gbr.3). Artinya, perangkat Unlimited Dynopiggy merek Speedsparks memang bekerja dengan konstan dan kontinyu.

Sementara untuk tenaga, SD sanggup mengail tenaga tambahan hingga 1,5 dk di atas dynamometer alias dynobench.

Menurut Ari, ini masih bisa lebih maksimal lagi apabila setting ideal sudah ketemu. “Namanya juga mainan baru, jadi masih banyak yang harus dipelajari,” ujarnya antusias.

Jadi sangat mungkin, V-Ixion bisa ketambahan tenaga mulai dari 2-4 dk. Tergantung dari peranti pendukung yang dipakai. “Motor ini terbilang standar kalau melihat knalpot dan jeroan mesin,” jelas Ari.

Bisa dibayangkan bila knalpot sudah racing, noken as sudah upgrade, kompresi didongkrak sedikit lagi dan nosel injektor diganti dengan debit yang lebih deras. Bukan mustahil tenaga dan torsi bisa bertambah dahsyat.

“Jadi, harga Rp 1,9 juta untuk sebuah piggyback yang self learning, fully adjustable dan bisa menggeser limiter rpm, rasanya sebanding,” bisiknya setengah promosi. Kalau buat V-Ixion sudah sukses, motor injeksi lain yang bersilinder tunggal bakal ikutan digarap.

“Kawasaki KLX250S, D-Tracker X250, Honda PCX, Honda CBR250R, Suzuki Shogun 125 FI atau Honda Supra 125 PGM-FI siap dioprek,” tutup pemilik DMS ini.(Sumber : MyMotobike)

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 20 April 2011, in Teknologi and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. masalahnya hanya satu,material mesin standar vixi uda siap blon menghadapi raungan mesin sampe 12.000rpm…

  2. klw mo aman yh ganti part klepnya juga pke yg racing (misal TDR), mo mantap lagi tenaga bisa tambah 3-5 DK pke noken as racing yg lumayan terjangkau kayak merk maxtreme (klw gak salah durasinya 280 drjat). 400 ribuan, putaran atasnya jdi lebih mantep, mo galak lagi yang 330 drajat tpi bawahnya agak lemot jadinya mirip2 mesin DOHC

  3. gimana pemesanannya nih mas..

  4. Mas kalau mau pake piggyback sofwearnya dah ad belum?

  5. Mas. serial port untuk connect dengan komputer memakai driver apa?

  6. kang aziz….
    kalo FIDT gmn bang….

  7. Harganya brapa?alamat yg jual dmana boz?

  8. Addy purwaatmaja

    Motor saya yamaha yzf 125 sudah di bore up 200 cc, tapi rpm belum bisa naik, tetap 10000, dan top speed cuma mentok 130 km/jam, ecu masih standard, throtle body sudah pake koso, tolong gan, apa bisa pake speed sparks nya ? Thanks

  9. apa tidak masalh kalo motornya masih std..thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: