Mengapa kendaraan Shell-Eco Marathon (SEM) sangat hemat bahan bakar???

Ketika melihat hasil  Shell-Eco Marathon (SEM) tentu kita bedecak kagum, bagaimana mungkin sebuah kendaraan dengan BBM hanya 1 liter bisa menempuh jarak hingga ratusan bahkan ribuan kilometer. Seperti halnya hasil  Shell-Eco Marathon Asia (SEMA) 2011 di sirkuit Sepang Malaysia yang baru saja berlangsung. Di event ini Indonesia diwakili beberapa team dari perguruan tinggi. Mari kita bahas mengapa bisa sangat hemat, siapa tahu ilmunya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.😀Pemenang SEM Asia2011 Berdasarkan Kategori (Sumber : kompas.com)

UrbanConcept, Motor Bakar
Rank
Tim
Bahan Bakar
Konsumsi
Negara
1.
Mesin ITS4
FAME
150 km/liter
Indonesia
2.
Cikal Nusantara
Bensin
117 km/liter
Indonesia
3.
Mesin ITS3
Bensin
113 km/liter
Indonesia
4.
Semart2, UGM
Bensin
 68 km/liter
Indonesia
5.
Team Up
Diesel
 49 km/liter
Filipina
Prototipe Motor Bakar
1.
Luk Jao Mae Khlong Prapa
Etanol
2.213km/liter
Thailland
2.
ATE-1,
Bensin
1.608km/liter
Thailand
3.
BIT-eCar
Bensin
1.231 km/liter
China
4.
Clean Diesel Team
FAME
1.157km/liter
Jepang
5.
Autodesk ZEAL Eco-Power
Bensin
    883km/liter
Chi

Dari sisi aturan Shell-Eco Marathon (SEM) Asia untuk kategori Prototipe, peserta harus menempuh jarak 11,2 km atau empat lap di trek Utara Sepang. Batas waktu untuk menyelesaikan seluruh lap 23 menit dengan kecepatan rata-rata 30 km/jam. Untuk kategori Urban Concept, 4-lap dengan waktu paling lama 28 menit pada  kecepatan rata-rata 25 km/jam. Total jarak yang harus ditempuh 11,5 km,  5–lap dikurangi jarak antara garis  start dan garis finish. Agar sesuai dengan kondisi mobil  penggunaan mobil di daerah urban, peserta Urban masuk  pit stop  atau berhenti setiap lapnya. Sedangkan menutut aturan baku  Shell-Eco Marathon (SEM) yang ane kutip dari Wikipedia selama kompetisi, mobil harus mencapai kecepatan rata-rata minimal 15 mph (23 km / jam) dengan jarak 10 mil (16 km). Bahan bakar yang dipergunakan diukur ketat untuk setiap peserta. Pada akhir lomba, jumlah bahan bakar yang digunakan diukur, dari angka itu, dihitung pula nilai ekonomi bahan bakar. Dari aturan ini tentu saja aturan  Shell-Eco Marathon (SEM) menyesuaikan dari aturan bakunya, tergantung tempat penyelenggaraanya. Tetapi masih tidak terlalu jauh aturannya dari versi bakunya. Kalau kenyataan di jalan raya dengan kecepatan 20-30 km/jam bisa dikataan terjadi di dua kondisi. Pertama; keadaan lalu lintas yang padat merayap sehingga kendaraan hanya bisa berjalan 20-30 km/jam. Kedua; keadaan lalu lintas memang sepi tetapi si pengendara sengaja mempertahankan kecepatannya sekitar 20-30 km/jam, tetapi ini saat berbahaya masbro karena bisa saja kendaraan lain lebih cepat. Dengan kecepatan segini tentu saja kendaraan kita akan menggangu kendaraan lain. Kecepatan yang paling aman untu eco riding adalah 40-60 km/jam, jadi kalau mau hemat BBM jagalah kendaraan masbro di kisaran 40-60 km/jam saja, tentu dengan konsekuensi waktu tempuh yang lebih lama. Ilmu yang kita dapat adalah berusaha untuk menjaga kecepatan konstan agar penggunaan BBM lebih hemat.

Dari sisi desain kendaraan. Menurut Wikipedia kendaraan dengan performa terbaik yang dirancang khusus untuk efisiensi tinggi. Biasanya kendaraan memiliki:
1. koefisien hambatan angin /aerodinamika (Cd) <0,1 (ini harus di trowongan angin /wind tunel untuk menghitungnya CMIIW) tetapi bagi yang tidak punya trowongan angin /wind tunel biasanya hanya menggunakan desain 3D dari komputer saja.
2. koefisien hambatan berputar <0,0015 (biasa menggunakan bearing/laher dengan spek paling tinggi atau tebuat dari keramik (Ball Bearing Cramic) dari produsen SKF dan menggunakan ban yang hambatannya geseknya paling kecil, biasanya menggunakan ban sepeda)
3. Berat kendaraan tanpa pengemudi <45 kg (kendaraan biasanya terbuat dari bahan yang ringan seperti logam Alumunium dan bahan komposit seperti fiber glass atau carbon fiber)
4. Mesin efisiensi <200 s.f.c. (cc / bhp / jam) kalau yang ini ane kurang paham, sepertinya modifikasi atau penggunaan mesin dengan BBM yang paling efisien.  Dari aturan ini sebenarnya cukup sulit kalau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari paling ngak ada beberapa yaitu tidak membawa beban muatan yang terlalu over. Semakin berat beben yang dibawa kendaraan semakin boros pula BBMnya. Penggunaan tekanan angin ban yang sesuai aturan, kalau kurang maka seperti rule no.2 maka akan menambah koefisien hambatan berputar. Desain motor sekarang yang lebih aerodinamis tidak seperti jaman dulu yang mengotak.

team Jerman dari University of Delft menggunakan 3-D modelling untuk designya

Dari sisi teknik mengendarai. Seorang pilot Shell-Eco Marathon (SEM) harus memiliki berat badan ringan. Menguasai dasar seorang pembalap seperti racing line, brake point (titik pengereman), throttle control (kontrol gas). Hal ini untuk menjaga kecepatan kendaraan agar tetap konstan. Beberapa pilot juga menggunakan teknik dimana mereka sebentar-bentar mempercepat kendaraannya dari 10 sampai 20 mph (16-32 km / jam) dan kemudian mematikan mesin selama kurang lebih 2 menit sampai kecepatan turun kembali ke 10 mph (16 km / h). Proses ini diulang sehingga kecepatan rata-rata 15 mph (23 km / jam) selama lomba. Kalau dari sini ilmu yang kita ambil yaitu menguasai riding skill yang baik, jangan membuka gas tiba dengan mendadak, alus aja trus jangan ngerem tiba-tiba juga.

Asumsi ane kalau menggunakan kendaraan konvensional (100-125cc 4T) yang biasa kita pergunakan sehari-hari dengan menerapkan aturan diatas plus pengetesan di sirkuit tertutup bukan dijalan raya. Biasanya millage mencapai 40-50 km/lt, paling ngak kalau di sirkuit bisa mencapai di atas 100 km/lt. Silahkan dikomentari masbro, artikel diatas dirangkum dari beberapa sumber.

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 16 Juli 2011, in Teknologi and tagged . Bookmark the permalink. 16 Komentar.

  1. itu malaysia urutan berapa tuh…hehehhe.

  2. Manteb ulasane.logis

  3. Indonesia ngumpul di urban concept, di kelas lainnya kok nggak ada atau emang cuma ngikut kelas urban concept?

    • @endro.id Team Indonesia juga ikut kelas prototype tapi memang belum juara, hasil baru sekitar 300 km/liter, team dari negara lain sudah ribuan km/liter

  4. dengan kecepatan high speed 23 km/jam, dari wonogiri ke jogja sampenya 6 jam lebih ya ( ngirit )

  5. klo cara pendaftarannya gmn ya? saya tertantang untuk mencobanya.thanx

  6. iya rencananya emang dr kampus sih, biar tau aja biar disiapin registrasinya nanti..ok deh makasih mas

  7. mau nanya bedanya kelas urban sama prototype apa ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: