Ber-OFFROAD-Ria itu laki banget…

Saya dan keponakan bersama si Jimny dan Tropper

Ketika mudik kemaren, kebetulan kakak saya lagi keranjingan main off-road. Awalnya dia main motor mulai dari on-road maupun trail tetapi karena pernah terkena musibah hingga bahunya patah makanya lebih memilih mobil, paling ngak lebih safety. Mobil yang lagi dibangun adalah Suzuki Jimny 4X4 tahun 1984. Karena mobil sudah berumur maka dilakukan penyegaran pada beberapa komponen. Modifikasinya pun belum ekstream, mulai dari mesin dan transmisi yang di overhaoul, menganti ban dengan GT Radial Savero MT, mengganti anting per dengan yang lebih tinggi, modifikasi sistem koplingnya agar lebih responsif dan mengganti shockbreaker dengan tipe gas. Dari modifikasi ini memang sudah cukup enak untuk melahap trek off road apalagi bodi Jimny yang ringan memberi kemudahan manuver yang lincah dan gampang di evakuasi bila amblas. Kendalanya yaitu karena belum begitu tinggi makanya sering nyangkut.

Si Jimny yang berlumuran lumpur..

Sore itu saya diajak untuk beroffroad ria di sirkuit off-road Handal, Tanjung Selor Kaltim. Sirkuit ini memang biasa digunakan untuk kompetisi motocross maupun grasstrack atau yang hanya sekedar uji skil dan nyali melahap trek off road. Karena belum fasih menyetir, saya hanya duduk sebagai navigator. Kawan kakak saya membawa Chevrolet Tropper, yah ni mobil memang sudah tua dan baru sembuh dari trouble kaki-kakinya makanya hanya tes offroad ringan dan sebagai mobil evakuasi.

Mulai dari kubangan kecil dilahap dengan gampangnya. Kubangan besar pun coba di lahap, tapi sayang si jimny nyangkut sudah dicoba maju-mundur belum bisa keluar dari kubangan. Terpaksa harus di tarik oleh tropper. Beberapa kali lumpur dari luar masuk kedalam, padahal kaca jendela sudah ditutup hingga hampir rapat. Masuk kubangan lagi, ternyata yang sebelah kiri lebih dalam dari yang kanan. Si jimny pun oleng kekiri, saya yang duduk di kursi kiripun jadi deg-degan karena mobil sudah sangat miring khawatir terbalik, tanah diluar sudah sejajar sama kaca jendela kiri. Untungnya kakak saya dengan sigap membanting stir kekanan dan mobil pun bisa keluar dari kubangan. Kemudian dicoba untuk melahap turunan dan tanjakan terjal hampir 90 derajat. Gampang saja Jimny melahapnya paling terkadang mentok di bemper depan maupun belakang.

Kakak, keponakan dan saya

Hari semakin sore, tak lama kemudian kawan kakak saya yang lain datang membawa Toyota Hardtop Land Cruiser. Modifikasi off road mobil ini lebih garang lagi karena sudah dilengkapi Winch (penarik elekronik) Warn dan ban Simmex Extreme. Karena sudah terlalu sore makanya hanya sekedar keliling-keliling di track kemudian pulang. Jadilah kami pulang dengan Si jimny yang penuh lumpur.😀

Si Jimny naik gundukan dengan mundur...

Next modifikasi, si Jimny bakal diganti per dengan yang lebih tinggi kemungkinan bertambah sekitar 10-20 cm, mengganti sistem pengapian dari platina ke CDI dan mengganti knalpot free flow (racing). Untuk keamana bakal dibuatkan rool bar. Dengan modifikasi ini mudah-mudahan si Jimny bakal lebih garang melahap trek off road.

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 20 September 2011, in My Activity and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: