Melihat Peluang Pembalap Indonesia di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup

Red Bull Motogp Rookies Cup merupakan ajang pembinaan pembalap muda menuju pentas motogp. Red Bull MotoGP Rookies Cup Championship adalah suporting race MotoGP. Itu sebabnya, 14 seri balapannya pun di gelar di delapan sirkuit Eropa yang menggelar MotoGP, yaitu Jerez (Spanyol), Estoril (Portugal), Silverstone (Inggris), Assen (Belanda), Mugello (Italia), Sachsenring (Jerman), Brno (Rep. Ceko), dan Misano (San Marino). Red Bull MotoGP Selection menggunakan satu merek motor, KTM RC125, dengan usia maksimal 15 tahun. Tahun ini, ajang tersebut memasuki tahun kelima. Bisa dibilang Red Bull Motogp Rookies Cup adalah cara termurah mengikuti MotoGp karena jika berhasil lolos maka pembalap akan berlomba selama setahun, juaranya akan mendapatkan kontrak ikutan GP 125 (tahun depan 2011 Moto3) dari team-team motogp.

Suasana seleksi Redbull MotoGP Rookies Cup

Perwakilan dari Indonesia yaitu Eko Prasetianto dan Imanuel Pratna. Tahun 2009 lalu diwakili oleh H. Yudistira dan 2010 Ali Ardian, namun keduanya tidak berhasil lolos seleksi. Hal ini mungkin karena pembalap kita kurang terbiasa dengan balap yang menggunakan motor berspek GP125. Apalagi terkadang sudah kalah mental dari pembalap bule yang sudah terbiasa dengan iklim kompetisi eropa dan motor berspek GP125.

Eko Prasetianto

Eko Prasetianto pelajar di SMA 22 Bandung, putra H. Sugiyanto pemilik team Honda DAM SBM telah malang melintang di dunia balap pemula underbone (bebek) dari kelas MP3 hingga MP6. Untuk melatih rading positionya dengan motor KTM RC 125, dia mengikuti beberapa seri kejurnas Moto3 yang menggunakan motor Moriwaki MDH 250 sedangkan untuk melatih feeling dengan motor 2 tak, dia juga menikuti OMR Ninja 150 di seri Indospeed Racing Series (IRS) di Sirkuit Sentul.

Imanuel Pratna

Imanuel Pratna pelajar SMA BPK Penabur, dia pernah menjadi murid di IMI Racing Academy (IRA). Kemudian mengikuti OMR Ninja 150 secara privater. Bakatnya ditemukan oleh Bambang Gunardi bos Indospeed yang melaksakan Indospeed Racing Series (IRS) di Sirkuit Sentul. Selanjutnya dibina oleh team Junior Motorsport, Seri 4 IRS (3 Oktober 2011) lalu dia berhasil menjadi juara 1 di kelas OMR Ninja 150. Untuk melatih rading positionya dengan motor KTM RC 125, dia juga mengikuti beberapa seri kejurnas Moto3 yang menggunakan motor Moriwaki MDH 250.

Hafiq Azmi

Kalau melihat peta persaingan di Red Bull Motogp Rookies Cup di tingkat Asia baru Jepang dan Malaysia saja yang berhasil mengirimkan wakilnya. Sebagai perbandingan kita bisa lihat wakil Malaysia, selain sebagai negara serumpun, Malaysia juga melaksanakan balap underbone (bebek). Tahun 2011 ini Malaysia diwakili Hafiq Azmi. Pembalap berusia 15 tahun ini memulai karirnya balapnya diawali dari Malaysian Minibike Championship dari tahun 2004 hingga 2008, tahun 2009 mengikuti Aprilia Junior GP Racing Dream Program, balap ini menggunakan motor Aprilia RS125 standar, bukan yang spek GP125, tahun 2010 berhasil mendapatkan 4 podium di kelas pemula underbone 115 4tak menggunakan Yamaha Lagenda 110 (disini Yamaha Jupiter Z) dan juara 1 saat supporting race MotoGP Malaysia mengunakan Kawasaki Ninja 150. Akhir tahun 2010 mengikuti seleksi Red Bull Motogp Rookies Cup dan berhasil lolos.

Suasana balap Red Bull Rokies Cup 2011

Melihat pembalap Malaysia yang pernah berlaga di balap underbone saja bisa lolos tentu pembalap Indonesia juga memiliki kans yang sama besarnya pula. Apalagi dalam satu tahun ini sudah berlatih dengan motor sport Ninja 150 dan Moto3. Seleksi Red Bull Motogp Rookies Cup dimulai hari ini (10 Oktober 2011) di sirkuit Motorland Aragon Spanyol, kita sangat optimis dengan wakil Indonesia tahun ini. Asalkan bermental kuat, mengeluarkan skil semaksimal mungkin dan jangan sampai membuat kesalahan seperti terjatuh karena itu langsung menggugurkan pembalap.

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 10 Oktober 2011, in Motorsport and tagged , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Sudah jadi hukum alam yang gak bisa dirubah Kang….”Terlahir dari bebek gak mungkin bisa jadi macan”…..udah ada contohnya tuh ….dari zero ya tetep di zero…..Emang ada balap bebek di Eropa…? kalo balap banteng dan kuda ada tuh….jadi mereka dah terbiasa….

    Salam Kenal ya Kang….semoga sakses buat kita semua….

  2. Seharusnya diapresiasi keikutsertaan mereka, kita waktu seusia mereka saja tidak bisa berbuat apa2….
    Siapa tahu mereka bisa berbuat apa2…

  3. HMMM, ayo dong naik kelas😀

  4. di update terus beritanya mas,, semoga wakil indonesia lolos redbull rookies cup tahun ini,,,🙂

  5. Oh ya mas bro q jg pernah ikut blp mtor indoprix 125, tp ane gagal. Krna lap-lap awal tmburan am pmbalam yg di posisi ke-9. Jd ane d’pcat dri tim.

  1. Ping-balik: Rider Indonesia belum berhasil di Red Bull Motogp Rookies Cup Selection « Luthfi Aziz's Blog

  2. Ping-balik: Kembali Pembalap Indonesia Ikuti Seleksi Red Bull Rookies Cup 2013 « Luthfi Aziz's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: