Nikmatnya Tutut khas Bogor

Satu porsi tutut

Penjual Tutut atau keong sawah (Bellamya javanica) mulai marak lagi dipinggir-pinggir jalan Bogor, terutama di Jalan baru (Jl Soleh Iskandar) di sekitar perumahan Yasmin, hampir setiap 10 meter ada penjualnya. Sebagai bukan orang sunda, tentu saja saya cukup penasaran, mendengar kata tutut aja baru kali ini. Konon katanya tutut atau keong sawah sudah sangat sulit ditemui di habitat aslinya, terutama di sawah-sawah. Penggunaan pestisida yang berlebihan membuat tutut pun sulit berkembang biak. Oleh karena itu tutut dikembang biakkan menggunakan kolam di sekitar wilayah Bogor dan Sukabumi. 

Besarnya satu buah tutut

Salah satu Rumah Makan yang menyediakan tutut di wilayah bogor yaitu Ayam Goreng Aroma. Cabangnya sudah banyak di wilaya bogor dengan pusatnya di wilayah Empang. Untung di sekitar Bubulak ada cabang RM Ayam Goreng Aroma 4, yang letaknya tidak jauh dari kostan saya. Kalau disini menu tutut baru tersedia mulai jam 4 sore, begitu menu tersedia langsung diserbu pembeli. Saya saja harus antri hampir satu jam untuk mendapatkan satu porsi tutut. Satu porsi tutut kira seperti satu mangkok bakso dijual Rp 5.000,-. Awalnya agak gimana gitu… tetapi setelah merasakannya ternyata aroma gurih dan pedas memberikan sensasi tersendiri. Apalagi cara makannya dengan cara menyedot. Semakin dingin maka sensasi pedasnya semakin terasa di bibir dan di tangan. Pokoke.. sedot terus…

Bagi masbro mbasist yang mau menikmati kuliner berbeda silahkan menikmati tutut ini…

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 5 Januari 2012, in My Activity and tagged , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. makanan kesukaan ane tuh…. nenek ane suka ngambil sendiri tututnya disawah berhubung di tempat ane masih banyak sawah trus dimasakin ama beliau kadang2 ampe satu ember, kalo bro lutfi mau mampir aja ke rumah ane dikawasan cisarua yang ke arah curug cilember.

  2. buset bro bogor boy, mpe se-ember tuh tutut, nggak jeding tuh bibir?

  3. ha h ah aha . . . nggak tau tuh kenapa ya sepanjang jalan a b nuh dan sholis jadi banyak tukang tutut . . . zedoootttsss teruss mangggg😀😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: