Aku, Gue, Saya, Ane, Sebuah Bentuk Adaptasi Kultur

Ilustrasi : google

Sejak lahir hingga berumur 17 tahun gw di besarkan di kalimantan. Baru mulai menginjak masa kuliah pindah ke Bogor. Dan saat itulah baru mulai lebih mengenal keheterogenan bangsa ini. Mulai banyak menemui beragam suku bangsa termasuk cara berbicara/dialalek yang semakin beragam. Seringkali ada yang cepat beradaptasi dengan mudah dan ada pula yang sulit beradaptasi.

Termasuk di blog ini terkadang gw menggunakan kata Aku, Saya atau Ane. Kalau kata Gw masih dalam tahap belajar karena sampai saat ini belum terbiasa di lidah. Lanjut.. lalu apa hubungannya dengan adaptasi kultur. Kalau menurut ilmu Biologi, adaptasi adalah proses menyesuaikan diri terhadap lingkunganya. Sedangkan bahasa sendiri adalah bagian dari kultur atau budaya. Sehingga penyesuaian bahasa pergaulan bisa dikatakan bagian dari adaptasi kultur. (keren bahasanya :cool)

Menurut gw ada dua hal yang bisa membuat seseorang dengan mudah atau lambat beradaptasi. Yang pertama; Jika dari lahir dia hidup dengan kehomogenannya atau hidup dengan suku sejenis, maka bila suatu saat akan migrasi ke daerah lain yang benar-benar berbeda. Bisa dipastikan orang tersebut akan lebih lambat beradaptasi. Contohnya si Slamet orang jawa tulen lahir di jogja dan besar di Jogja. Ketika mulai kuliah maka dia pindah ke Bandung. Tentunya Slamet akan banyak mememui orang-orang ngobrol pake bahasa Sunda. Dan mulailah Slamet membelajari bahasa sunda pergaulan yang umum diucapkan sepeti Saya =Aing atau Kamu = Maneh. Karena kebiasaan dari kecil berbahasa jawa maka membuat Slamet akan lebih lambat dalam berdaptasi. Apalagi logat medok jawa si Slamet tentu susah disembunyikan.

Yang kedua, jika lahir sudah terbiasa hidup dengan keheterogenan maka akan membuat seseorang lebih cepat dalam beradaptasi. Minimal logat nya, karena ini kultur bahasa yang paling mudah dipelajari.

Tentunya adaptasi kultur bukan sebagai barier, tapi lebih untuk mempererat pegaulan, atau bahasa keren biar cepat akrap.

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 10 Januari 2012, in My Activity and tagged . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. gw sih udah lama di jakarta n banten, tapi tetep aje lidah ini sering ketrucut, mo gimana lagi gawan bayi je..

  2. pengaruh temen2 tmpat gaul juga tuh…. kalo lagi ngomong ama tmen yg orang jawa, pake aku….tpi klo ktemu tmen2 pulau jawa bagian barat n kebaratnya lagi pake gw, yang dari sumatra juga pada ikutan pake gw (ini cerita jaman kuliah dulu di jogja)

  3. sbnerenya asal mula kata “gw” tuh darimana si?saya bingung asli..sampe jadi bahasa nasional..
    ilat jowo, tetep ae ngomongku ane or saya pas ol…:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: