Sisi lain Max Biaggi, sang otodidak sejati, pemain bola yang menjadi pembalap dunia

Biaggi saat juara 1 WSBK Australi 2012 race 1

Mungkin sudah banyak yang menulis profil Massimiliano “Max” Biaggi, tetapi kali ini saya ingin menulis sisi lain mengenai Max Biaggi. Pembalap flamboyan ini walaupu sudah tidak muda lagi, umur Biaggi sekarang 40 tahun namun masih bisa berprestasi. Lihat saja seri pembuka WSBK Australia kemaren, di race satu Biaggi dengan dominannya menjadi juara 1 sementara di race dua diawal-awal lap sempat tercecer ke luar lintasan, hingga posisinya melorot ke posisi 22, namun dengan performa motor Aprilia dan pengalamannya ia bisa melibas lawannya satu-persatu hingga menjadi juara 2, luar biasa…

Jumpa fans MotoGP Indonesia 1997

Siapa sangka Biaggi kecil tidak pernah bercita-cita untuk menjadi pembalap motor. Kegiatan kecilnya hampir sama seperti anak-anak kecil lainya sekolah, bermain dan berlatih sepak bola di Akademi Sepak Bola. Keinginannya hanya menjadi penyerang tengah Juventus atau Inter Milan. Biaggi kecil memang seorang anak yang sangat berenergi, dia tidak pernah takut apapun termasuk kecepatan. Dia pernah mengikuti lomba ski es di Terminillo. Pada usia 6 tahun, Biaggi kecil pernah diam-diam masuk ke mobil ayahnya yang sedang di parkir di depan air mancur dengan kunci masih menggantung, dia menghidupkan mesinya dan menabrak air mancur hingga mobil ayahnya rusak parah.

Di koridor bandara Sukarno-Hatta, MotoGP Indonesia 1997

Saat remaja Max Biaggi mempunyai sahabat karib, namanya Daniele. Dua sahabat kental ini mempunyai hobi yang berbeda, Biaggi sangat bahagia dengan karir sepak bolanya sementara Daniele sangat hobi dengan sepeda motor. Hari minggu di musim panas Daniele mengajak Biaggi menonton balapan di  Vallelunga, sirkuit cukup terlupakan di pinggiran kota Roma. Mungkin hari itu adalah panggilan takdirnya yang bakal merubah jalan hidupnya dari pemain sepak bola menjadi pembalap dunia. Setelah menyaksikan balapan di Vellelunga, Biaggi remaja semakin tertarik dengan balap motor.

Saat memenangkan GP250 di Sentul 1997

Saat berumur 17 tahun, Biaggi remaja menabung uang jajan setiap minggu untuk berlatih sepeda motor. Namun uangnya hanya cukup untuk menyewa motor dan sirkuit. Sementara itu dia belum punya baju balap dan helm. Ayahnya Pietro Biaggi melihat semangat anaknya kemudian bekerja lembur di Pony Express selama lima minggu dan 10 jam perhari. Hasilnya, ayahnya dapat membeli perlengkapan balap bagi biaggi remaja. Maka dimulailah latihan balap Biaggi bersama sahabatnya Daniele. Awalnya dia tidak tidak tahu bagaimana cara start, menggunakan racing line di sirkuit dan mengovertake lawan. Lap-lap awal Biaggi hanya mengikuti racing line Daniele, seperti dia sudah mulai belajar. Lap-lap selanjutnya memang Daniele masih memimpin tapi itu tidak berlangsung lama, setelah itu Biaggi mengovertake Daniele dan meninggalkannya jauh, padahal saat itu dia belum mempunyai SIM.

Pada tahun 1989 saat umurnya 18 tahun ia mendapatkan motor Honda 125 (Sumber lain menyatakan Aprilia 125), pinjaman dari Daniele dan mengikuti kejurnas Italian sport production kelas 125. Ayahnya sendiri Pietro Biaggi merangkap sebagai mekaniknya. Tahun pertama karir balapnya dia hanya menduduki dasar kelasemen. Tetapi dia sabar dan terus belajar. Mungkin karena belum mempunyai pengalaman dan tahun pertamanya ikutan balap, Biaggi remaja belum bisa bersaing dengan pembalap lain. Tahun 1990, Maurizio Vitali (mekanik asal Roma dimana tahun berikutnya menjadi menjadi mekanik Garry McCoy di GP125) menghubungi ayahnya  Pietro Biaggi dan bersedia menjadi mekaniknya. Dengan dukungan mekanik handal dan pengalaman satu tahun lalu serta dukungan sahabatnya Daniele membuat Biaggi mantap mengikuti kejurnas Italian sport production kelas 125. Akhirnya Biaggi tampil dominan, dari 7 seri yang digelar Biaggi menjadi juara sebanyak 6 seri dan berhasil menjadi juara umum Italian sport production kelas 125 di tahun 1990.

Bakat dan talenta Biaggi yang luar biasa kemudian dilirik Carlo Penat manajer sport Aprilia. Dia menandatangani kontrak pertamanya dengan Aprilia untuk kejuaraan Eropa dan beberapa seri GP250 MotoGP sekaligus naik kelas ke GP250. Tahun 1991 Biaggi menjuarai kejuaraan eropa GP250. Karena hanya mengikuti 4 seri GP250 MotoGP di kelasemen posisinya hanya berada di peringkat 27. Tahun 1992 Biaggi mengikuiti semua seri GP250 MotoGP dan berada di posisi 5, tahun berikutnya 1993 Biaggi pindah ke Honda berada di posisi 4 klasemen akhir. Puncaknya tahun 1994-1996 dia kembali ke team Aprilia dan menjadi juara dunia 3 kali berturut-turut. Tahun 1997 Biaggi pindah ke Honda lagi dan menjadi juara dunia GP250 untuk ke-empat kalinya, hal ini membuat kubu Aprilia sangat membencinya. Lebih lengkapnya perjalan karir Biaggi bisa lihat Wikipedia. Tapi sepertinya pihak Aprilia benci tapi rindu, setelah 12 tahun pisah dengan Aprilia dia kembali, mungkin saja Aprilia tidak mau melupakan jasa Biaggi membawa Aprilia juara dunia 3 kali berturut-turut GP250. Tahun 2010 puncaknya kejayaan Aprilia di kelas WSBK menjadi juara dunia bersama Max Biaggi.

Berbicara mengenai WSBK yang bakal datang ke Sentul tahun depan. Tentu saja Biaggi mempunyai kenangan manis dengan Sirkuit kebanggaan bangsa Indonesia ini. Tahun 1996 saat GP250 Biaggi hanya menjadi juara 2 dibawah Tetsuya Harada. Tahun 1997 dia membalas kekalahanya dan menjadi juara 1. Biaggi yang menang lalu melepas helm, melempar ke arah  penonton dan melakukan victori lap tanpa helm. Mungkin itulah kenangan terindah Biaggi saat MotoGP mampir ke Indonesia. Tahun depan saat WSBK mampir ke Sentul inilah comebacknya setelah 15 tahun dengan sirkuit ini. Munkinkah ada kenangan bagi Biaggi lagi, kita lihat saja tahu depan, jadi ngak sabar…

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 27 Februari 2012, in Motorsport and tagged . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. umbul-umbul belambangan

    yang paling saya inget tentang pernak-pernik dimotor max biaggi, nomor startnya #3 motif ekor bawahnya seperti mata panah.
    juga sama kaya tanggal lahir saya, xixixi…😀

  2. ga pake helm tuh kakek di sirkuit

  3. Pembalap veteran yang masih oye dan produktif.
    Yang demen dunia motogp,mampir juga ke:

    http://www.jbrossi.wordpress.com

  4. saya suka gaya balapnya dia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: