ECU Stand Alone dari API Tech Thailand

ECU atau ECM lazim juga disebut sebagai komputer mesin di era motor injeksi. ECU ini sendiri selain berfungsi sebagai engine menegement juga bisa berfungsi sebagai controller, output hingga memori. Dengan fitur sebagai ECU stand alone maka ecu standar sudah tidak di perlukan lagi, kalau piggy back masih menggandeng ecu standar tentu bakal terbatas fiturnya.

ECU Stand Alone API-Tech

ECU stand alone keluaran API Tech Thailand ini tersedia untuk berbagai macam motor mulai dari Honda CBR250, CBR150, PCX125, Wave 125i atau disini Supra X 125 Fi atau dari Kawsaki KLX 250. Sayangnya karena Yamaha Vixion tidak dijual di Thailand maka tidak ada untuk produk Yamaha. Di web API Tech atau FB Fans Page Api Tech, harganya mulai dari $250 sampai $350, cukup hemat untuk ECU/ECM Stand Alone. Produk lain harga segitu baru dapat Piggyback dengan fitur hanya mengajust bahan bakar. Namun perlu diingat ECU Stand Alone akan lebih bermanfaat untuk motor yang sudah dimodifikasi lebih advance misalnya untuk balap atau diganti cam atau pula bore-up mesin. Sementara itu untuk motor standar harian hasilnya akan tidak jauh berbeda dengan pemasangan piggyback yang hanya mensetting ulang bahan bakar saja.

Honda Wave125 i atau Supra X 125 Fi yang dipasang ECU API Tech

Seperti dikutip dalam tabloid Otomotif edisi 44:XXI, 1-7 Maret 2012 Halaman 26. Sportisi Motorsport menjual ECU Apitech ini seharga 5 juta lengkap beserta software dan pemasangannya (sepertinya overprice??? atau takut memakan piggyback Power Comander yang dijual 3,5 juta, padahal harga dari produsennya hampir sama, tetapi entahlah???). Setelah di test dengan Honda CBR 250 standar plus knalpot SM dan power Cover SM, power sebelumnya 22,29 dk di 8.650 rpm, torsinya 19,94 Nm di 7.000 rpm. Rpm mentok di 10.500 rpm. Di test menggunakan dynamometer Dynojet 250i map standar ECU Apitech ternyata atasnya kebasahan, AFR diatas 13:1. Di tuning dulu, setelah AFR rata sekitar 13-13,5:1, grafiknya menjadi linear tidak naik turun seperti standarnya. Power maksimal terbaca 24,75 dk@9.100 rpm dan torsi 22,21Nm @7.000 rpm. Artinya power naik 2,27 dk. Rpm pun tembus 13.000 rpm, namun untuk motor standar cukup 11.500 rpm, takut jebol…

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 5 Maret 2012, in Motorsport, Teknologi. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. mantaap.
    Semakin banyak piggyback/ecu standalone yang ada, mudah2an harganya bisa semakin bersahabat.

  2. Hi there,

    Just want to ask you that the product you selling can use to my honda wave125i (2004)….
    how the item work? and how to fix it to?
    i want to but it….. you can ship to singapore right?

    Thank you…

  3. bukannya untuk AFR yg good buat internal combustion itu 12.5 : 1 ya…….

  4. om, kalau di Jakarta belinya dimana yak?
    Ada yang buat KLX250S?

  5. Bisakah kita pesan? Dan apakah bengkel umum bisa memasangnya, from cbr150 Lampung

  6. saya jual apitech SE stand alone contak pin 52a99c9f dan knalpot R9 original

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: