Mengenal Mini GP sebagai ajang pembinaan pembalap muda

Kalau melihat kontestan MotoGP paling banyak dari negara-negara eropa terutama Spanyol dan Italia. Mengapa pembalap di negara tersebut cepat klik sama motor spek prototipe. Ternyata sejak junior mereka sudah dikenalkan dengan motor prototipe. Mulai dari cara membawanya hingga stelan di sirkuit. Apalagi motor prototipe memiliki setingan yang kompleks terutama bagian sasis dan suspensi. Dan cara bawanya pun sangant berbeda dengan bebek.Kalau di Indonesia pembinaan usia dini lebih dikenal di dunia balap off-road atau Motocross, biasa disebut Minimotto mulai dari SE 50 cc 2-stroke, SE 65 cc 2-stroke, SE 85 cc 2-stroke/SE 150 cc 4-stroke sampai kelas MX2 atau SE 125 cc 2-stoke/SE 250 cc 4-stroke. Kejuaraannya pun cukup rame mulai dari club event, kejurda sampai tingkat kejurnas. Kalau untuk balap on-road hanya penjenjangan  regulasi teknik sementara diminsi motor sama saja, sama-sama bebek. Loncat ke sport langsung kejurnas 250 cc. Cukup sulit untuk pembalap cilik karena postur belum menunjang. Penjenjangan yang bertahap membuat pembalap siap sejak usia dini. Lihat saja rata-rata pembalap eropa sudah mulai balap sejak umur 7 tahun.

Salah satu produsen Mini GP yaitu RMU Moto asal italia. Line-up produknya lengkap mulai dari 50 cc, 70 cc, 80cc, pre GP125 sampai sekelas moto3. Mesin nya sendiri diambil dari Gillera atau Piaggio bahkan dari mesin Minimotto. Pihak RMU Moto hanya membuat sasis sampai motor siap balap, mirip Suter atau Kalex di kelas Moto2 MotoGP.

Kelas GP 50 cc 2-stroke

Kelas ini adalah yang paling dasar, diperuntukkan untuk anak yang baru belajar naik motor. Dimensinya cukup mungil dengan menggunakan roda 12 inchi.

Spek Tehnik:

Engine: 6 2T Monocilidro cross modular head

Gearbox: 6 speed kit reports

Displacement: 50 cm3

Max power: 10 HP @9.500 rpm

Ignition: ECU with fixed or variable advance

Starter: Push

Carburetor: Dellorto 19 mm

Bore: 39.88 mm

Compression ratio: N / A

Frame: aluminum delta box, aluminum swingarm canned

Front brake: Disk 210 or 240 mm, floating caliper with Galfer AJP 4-piston radial

Rear brake: Galfer disc with 1-piston AJP caliper

Clutch: Multiple-disk in oil bath with wire controller

Tank: Aluminium molded and shaped to help the pilot stay in Hull

Suspension: Rear FG Gubelliini adjustable front. Gubellini adjustable

Looking for: aluminum billet 12 “wrench to support para crown

Cooling: Liquid with forced circulation

Tank Capacity: 9 LT

Weight: 64 Kg dry

Kelas GP 70 cc 2-stroke

Secara dimensi kelas ini sama dengan kelas GP 50, sama-sama menggunakan roda 12 inchi. Namun mesinnya mempunyai power lebih besar.

Spek Tehnik:

Engine: Transverse Monocilidro 2T 7 modular head

Gearbox: 6 speed kit reports

Displacement: 70 cm3

Max power: 18 HP @11,500 rpm

Ignition: ECU with fixed or variable advance

Starter: Push

Carburetor: Dellorto 28 mm

Bore: 47.6 mm

Compression ratio: N / A

Frame: aluminum delta box, aluminum swingarm canned

Front brake: Disk 210 or 240 mm, floating caliper with Galfer AJP 4-piston radial

Rear brake: Galfer disc with 1-piston AJP caliper

Clutch: Multiple-disk in oil bath with wire controller

Tank: Aluminium molded and shaped to help the pilot stay in Hull

Suspension: Rear FG Gubelliini adjustable front. Gubellini adjustable

Looking for: aluminum billet 12 “wrench to support para crown

Cooling: Liquid with forced circulation

Tank Capacity: 9 LT

Weight: 64 Kg dry

Kelas GP 80 cc 2-stroke

Secara dimensi kelas ini sama dengan kelas GP 125 atau moto3, sama-sama sudah menggunakan roda 17 inchi. Namun mesinnya mempunyai power yang lebih kecil. Kelas lebih ditujukan untuk menguasai handling motor prototipe di kelas capung sebelum naik kelas menggunakan motor dengan power lebih besar.

Spek Tehnik:

Engine: Transverse Monocilidro 2T 7 modular head

Gearbox: 6 speed kit reports

Displacement: 80 cm3

Max Power: 27 HP @13,500 rpm

Ignition: ECU with fixed or variable advance

Starter: Push

Carburetor: Dellorto 28 mm

Bore: 50 mm

Compression ratio: 15:1

Frame: aluminum delta box, aluminum swingarm canned

Front brake: Galfer 296 mm floating disc with 4 piston radial caliper AJP

Rear brake: Galfer disc with 1-piston AJP caliper

Clutch: Multiple-disk in oil bath with wire controller

Tank: Aluminium molded and shaped to help the pilot stay in Hull

Suspension: Rear FG Gubelliini adjustable front. Gubellini adjustable

Wheels: forged aluminum 17 “wrench to support para crown

Cooling: Liquid with forced circulation

Tank Capacity: 11 LT

Weight: 72 Kg dry

Kelas Pre GP 125 cc 2-stroke

Secara dimensi kelas ini sama dengan kelas GP 125 atau moto3, sama-sama sudah menggunakan roda 17 inchi. Namun teknologinya belum secanggih atau serumit GP125/Moto3. Jadi power mesinnya pun lebih kecil dari GP125.

Spek Tehnik:

Engine: 2T Monocilidro modular head

Gearbox: 6 speed

Displacement: 125 cm3

Max power: 35 HP @14,000 rpm

Ignition: CDI Electronic with variable advance Kokusan

Starter: Push

Carburetor: Keihin PWK 38

Bore: 54 mm

Compression ratio: N / A

Frame: aluminum delta box, aluminum swingarm canned

Front brake: Galfer 296 mm floating disc with 4 piston radial caliper AJP (optional 210 mm double disc)

Rear brake: Disk 170 mm Galfer with 1-piston AJP caliper

Clutch: Multiple-disk in oil bath with hydraulic control

Tank: Aluminium molded and shaped to help the pilot stay in Hull

Suspension: Adjustable rear FG Gubelliini system with pro-link front. Gubellini adjustable

Wheels: forged aluminum 17 “wrench to support para crown

Cooling: Liquid with forced circulation

Tank Capacity: 11 LT

Weight: 80 Kg dry

About Luthfi Aziz

Masih newbie bloger, menyukai hal-hal yang menantang, hobi di bidang sains dan motorsport...

Posted on 14 Mei 2012, in Motorsport and tagged . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. pantes dulu doni tata selalu sendiri di belakang

  2. step by step untuk ke jenjang yg lbh besar antinya😀

  3. ajib powernya, 70cc aja 18HP, cuman 80kg lagi…., kalo disini udah jadi raja jalanan kali…..

  4. yah jangan bandingin ma disini, disana sirkuit sekelas sentul dah kayak stadion sepakbola banyaknya..
    di sini cuma atuh..

  5. indonesia sedang menuju kesana,semoga,minimal pembalap indonesia jgn kalah ma thailand dan malaysia lah,thailand aja sirkuitnya masih okean sentul,klo jalan yg lebih cepat,paling ga titipin aja pembalap2 berbakat n muda dri indonesia pada tim yg berkompetisi di ketatnya kompetisi eropa,misal red bull rookies cup(tapi sayang selama ini masih gagal di seleksi,yudhis n prasetyanto)/minimal all japan chmpisp,dia hidup disana,n sekolah disana,so mgkin hasilnya akan cukup cepat,n tidak butuh dana yg sangat besar(dana besar untuk pengadaan /pembangunan infrastruktur sirkuit misalnya & mengadakan kompetisi),

  6. Kapan disini kayak gitu .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: